SOSIALISASI PENGUATAN KAPASITAS JABATAN FUNGSIONAL POL. PP DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH.

Kamis, 27 September 2018

 

SOSIALISASI PENGUATAN KAPASITAS JABATAN FUNGSIONAL POLISI PAMONG PRAJA (POL. PP) DI LINGKUNGAN  PEMERINTAH DAERAH.

 

            Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri pada tanggal 29 s.d 31 Agustus 2008 mengadakan Sosialisasi Penguatan Kapasitas Kelembagaan Jabatan Fungsional Polisi Pamong Praja (Pol. PP) di Lingkungan Pemerintah Daerah. Yang dikuti Pejabat Fungsional Polisi Pamong Praja, Pejabat Struktural dan Pelaksana di Lingkungan  Pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten /Kota Se-Bali. Maksud dan Tujuan Kegiatan Penguatan Kapasitas Kelembagaan bagi jabatan fungsional Polisi Pamong Praja di lingkungan Pemerintah Daerah adalah untuk pengembangan jabatan fungsional dan penguatan kapasitas kelembagaan  jabatan fungsional Polisi Pamong Praja. Kegiatan penguatan kapasitas kelembagaan bagi jabatan fungsioanl Polisi Pamong Praja di lingkungan pemerintahan Daerah diharapkan dapat membangun kepemahaman dalam pengembangan karier yang diawali dengan penguasaan Mekanisme Penilaian, Sidang dan Penetapan Angka Kredit serta dengan Pembentukan Tim Penilai Jabatan Fungsional Polisi Pamong Praja.

            Penguatan Kapasitas Kelembagaan bagi Jabatan Fungsional Polisi Pamong Praja di lingkungan Pemerintah Daerah menjadi momen untuk mensinergikan tugas dan fungsi jabatan fungsional Pol.PP sehingga pelaksanaan tugas dan fungsi tersebut secara langsung berdampak terhadap pengembangan karier Polisi Pamong Praja,baik itu pada jabatan demikian pula pada pangkat. Materi / Topik Bahasan meliputi Implementasi jabatan fungsional Pol. PP di lingkungan Pemerintah Daerah, Pengembangan karier jabatan fungsional Pol. PP Pasca Inpassing dan Penilai dan Penetapan Angka Kredit jabatan fungsional  Pol. PP. Nara Sumber dan Fasilitator dari Praktisi dan Pejabat Struktural yang berasal dari BPSDM dan IPDN Kementerian Dalam Negeri. Penyelenggaraan Sosialisasi berlangsung sangat dinamis. Interaksi Nara Sumber dan Peserta  yang aktif  sehingga memperkaya  pemahaman peserta,  sebab wawasan Nara Sumber yang menguasai materi. Diakhir kegiatan peserta mendapatkan piagam penghargaan yang dapat digunakan bahan pengajuan angka kredit kegiatan penunjang.